Pemikiran adalah
satu-satunya kekuatan yang bisa menghasilkan kekayaan tampak mata dari bahan
asal (Al-Awwal ) tak berbentuk. Bahan
asal (Al-Awwal ) ini, yang darinya
semua benda diciptakan, adalah zat yang bisa berpikir. Setiap pemikiran tentang
bentuk di dalam zat ini akan menghasilkan bentuk tersebut. Bahan asal (Al-Awwal ) ini bergerak mengikuti
pemikirannya. Setiap bentuk dan proses yang anda saksikan di alam ini adalah
ekspresi kasat mata dari pemikiran yang ada di dalam bahan asal (Al-Awwal ) tersebut.
Dialah
Al-Awwal dan Al-Akhir, Azh-Zhahir dan Al-Bathin. Dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu. ( QS.Al-Hadid [57] :3 )
Saat ia berpikir tentang suatu bentuk, ia akan menghasilkan bentuk
tersebut. Saat ia berpikir tentang sebuah gerakan, ia akan menghasilkan gerakan
yang tampak mata. Begitulah cara semua benda dicipta. Kita hidup dalam dunia
pemikiran, yang merupakan bagian dari semesta pemikiran.
Pemikiran tentang semesta yang
bergerak telah menjangkau bahan asal (Al-Awwal ) ini
dan ia bergerak mengikuti pemikiran tersebut untuk membentuk sistem planet dan
mempertahankan bentuk tersebut. Bahan asal (Al-Awwal ) ini
mewujudkan pemikirannya, dan bergerak mengikuti pemikirannya.
Memiliki gagasan tentang sistem
tatasurya, ia menghasilkan bentuk matahari dan planet-planet yang mengelilinginya.
Berpikir tentang bentuk sebatang pohon ek yang tumbuh secara lambat, ia
bergerak mengikutinya, dan menghasilkan pohon tersebut, meski mungkin
dibutuhkan waktu berabad-abad untuk mendapatkan bentuknya yang sekarang.
Dalam mencipta, bahan asal (Al-Awwal ) ini tampaknya bertindak menurut alur yang sudah ia
tetapkan. Pemikiran tentang sebatang pohon ek tidak seketika menghasilkan
bentuk akhir, tetapi ia memulainya dengan menggerakkan seluruh daya yang akan
mewujudkan pohon ek, sesuai alur pertumbuhan.
Setiap pikiran tentang bentuk, yang
ada dalam pikiran bahan asal (Al-Awwal )
ini, menyebabkan penciptaan bentuk tersebut, tetapi selalu mengikuti alur
pertumbuhan dan tindakan yang telah ditetapkan.
Pemikiran tentang sebuah rumah
dengan konstruksi tertentu, jika disampaikan ke bahan asal (Al-Awwal ) ini, tidak akan seketika menyebabkan terciptanya rumah
tersebut. Namun pemikiran tersebut akan menyebabkan energi-energi kreatif di
bidang perdagangan dan ekonomi mengalir pada saluran-saluran tertentu untuk
mempercepat pembangunan rumah tersebut.
Dan jika saluran-saluran bagi
seluruh energi kreatif itu tak tersedia, maka rumah tersebut akan dibentuk
langsung dari bahan asal (Al-Awwal ), tanpa
menunggu proses lambat manusia dan benda-benda. Tak ada pemikiran tentang bentuk yang tidak menyebabkan penciptaan
bentuk tersebut jika ia disampaikan ke bahan asal (Al-Awwal ).
Manusia adalah makhluk berpikir dan
bisa melahirkan pemikiran. Semua bentuk yang diwujudkan oleh manusia dengan
tangannya mula-mula ada di dalam benaknya. Orang tidak bisa membentuk sesuatu
tanpa menciptakan bentuk tersebut dalam pemikirannya terlebih dulu.
Dan
sejauh ini manusia telah membatasi upayanya melulu pada pekerjaan tangan. Ia
menerapkan hanya kerja fisik pada wilayah penciptaan bentuk-bentuk, membuat perubahan
atau memodifikasi apa yang sudah ada. Ia tidak pernah berpikir untuk mencoba
menciptakan bentuk-bentuk baru dengan cara menyampaikan pemikirannya ke bahan
asal (Al-Awwal ).
Ketika orang memiliki pemikiran
tentang sebuah bentuk, ia mewujudkannya dengan bahan dari alam, dan membuat gambaran
tentang bentuk itu dalam benaknya. Ia tidak berupaya membangun kerjasama dengan
bahan asal (Al-Awwal ) bergandengan tangan. Ia tidak membayangkan
bahwa ia bisa melakukan apa yang dilakukan oleh bahan asal (Al-Awwal ).
Manusia membentuk ulang dan
memodifikasi bentuk-bentuk yang sudah ada dengan kerja fisik. Ia tidak
mempertanyakan sama sekali apakah ia bisa memproduksi segala sesuatu dari bahan
asal (Al-Awwal ) dengan cara mengirimkan pemikirannya ke sana. Kita akan
membuktikan bahwa ia bisa melakukan itu, bahwa setiap orang bisa melakukan itu,
dan menunjukkan bagaimana caranya. Sebagai langkah pertama, kita harus memahami
tiga prinsip dasar.
Pertama, kita menyadari bahwa ada
satu bahan asal (Al-Awwal ), atau
substansi tak berbentuk, yang darinya segala sesuatu dibuat. Segala rupa unsur
di alam semesta ini tidak lain adalah perwujudan beragam dari satu unsur. Seluruh
benda mati dan makhluk hidup dialam semesta ini diciptakan dari bahan yang sama.
Dan ia adalah zat yang berpikir.
Sebuah pemikiran yang ada di dalam
zat ini menghasilkan bentuk sebagaimana yang dipikirkan. Pemikiran di dalam zat
ini melahirkan bentuk. Manusia adalah makhluk berpikir, mampu melahirkan
pemikiran. Jika manusia bisa menyampaikan pemikirannya ke bahan asal (Al-Awwal ) tersebut, ia bisa menghasilkan penciptaan, atau
pembentukan, sesuatu yang ia pikirkan. Ringkasnya begini:
Ada bahan asal (Al-Awwal ) yang bisa berpikir,
yang darinya segala sesuatu diciptakan. Dalam keadaan aslinya, ia menembus,
mengisi, dan memenuhi ruang-ruang di semesta ini.
Sebuah pemikiran di dalam bahan asal (Al-Awwal ) akan menghasilkan sesuatu yang digambarkan
oleh pemikiran tersebut.
Manusia bisa menciptakan bentuk apa saja dalam pemikirannya
dan, dengan menyampaikan pemikiran tersebut
ke bahan asal (Al-Awwal ), bisa menyebabkan
terciptanya sesuatu yang ia pikirkan itu.
Mungkin muncul pertanyaan apakah
saya bisa membuktikan pernyataan-pernyataan ini. Tanpa berpanjang-panjang saya
jawab bisa, baik secara logis maupun pengalaman.
Merenung tentang fenomena bentuk dan
pemikiran, saya tertuju ke bahan asal (Al-Awwal )
yang bisa berpikir. Menalar tentang bahan asal (Al-Awwal ) ini, saya menyimpulkan bahwa manusia memiliki kekuatan
untuk mewujudkan bentuk-bentuk yang ia pikirkan.
Dan dari pengalaman, saya mendapati
bahwa penalaran itu benar; dan inilah bukti terkuat saya. Jika satu orang
membaca buku ini dan menjadi kaya dengan menjalankan saran-saran yang ada di
dalamnya, maka itulah isyarat yang mendukung pernyataan saya.
Namun, jika setiap orang menjadi
kaya dengan menjalankan saran-saran buku ini, maka itu akan menjadi bukti
positif sampai ada orang yang menjalankan saran-saran buku ini dan gagal. Teori
di dalam buku ini benar sampai terjadinya proses yang gagal; dan tak akan ada
proses yang gagal karena siapa pun yang menjalankan secara persis saran-saran
buku ini pasti akan kaya.
Saya telah menyampaikan bahwa orang
menjadi kaya karena melakukan sesuatu dengan cara tertentu (Certain Way), dan
untuk bisa menjalankan itu, ia harus bisa berpikir dengan cara tertentu. Cara
orang melakukan segala sesuatu adalah hasil langsung dari cara ia berpikir
tentang semua itu.
Untuk mengerjakan segala sesuatu
dalam cara yang anda inginkan, anda harus mampu berpikir sesuai yang anda
inginkan. Ini langkah pertama untuk menjadi kaya. Dan berpikir sesuai yang anda
ingink an adalah berpikir tentang KEBENARAN, tak peduli apapun keadaannya.
Setiap orang memiliki kekuatan alami
untuk berpikir sesuai yang ia inginkan, tetapi itu membutuhkan upaya lebih
keras ketimbang sekadar berpikir mengikuti keadaan. Berpikir mengikuti keadaan
tentu sangat mudah, berpikir tanpa peduli pada apa yang tampak di permukaan
jauh lebih sulit dan memerlukan kekuatan lebih besar dibandingkan
pekerjaan-pekerjaan lain yang harus dilakukan manusia.
Tak ada pekerjaan yang bisa membuat
orang tersungkur kecuali terus-menerus mempertahankan pemikiran yang benar. Itu
pekerjaan terberat di muka bumi. Lebih-lebih ketika kebenaran di dalam pikiran
itu berlawanan dengan apa yang tampak di permukaan. Segala yang tampak di
permukaan cenderung mempengaruhi pikiran, dan itu hanya bisa dicegah dengan
terus berpikir tentang KEBENARAN.
Menyaksikan keadaan sakit-sakitan
akan menghasilkan bentuk sakit-sakitan itu dalam pikiran anda, dan terutama
pada tubuh anda, kecuali anda terus mempertahankan kebenaran. Yakni bahwa tidak
ada penyakit. Itu hanya penampilan permukaan, dan kenyataannya adalah sehat.
Menyaksikan kemiskinan di permukaan
akan menghasilkan bentuk kemiskinan dalam pikiran anda, kecuali anda terus
mempertahankan kebenaran bahwa tak ada kemiskinan, yang ada hanya
keberlimpahan.
Berpikir tentang keadaan sehat dalam
keadaan sakit-sakitan, atau berpikir tentang kaya dalam kondisi miskin papa,
tentunya memerlukan kekuatan. Namun, barang siapa memiliki kekuatan itu, ia
akan menjadi tuan bagi pikirannya. Ia mampu melawan nasib, ia bisa mendapatkan
apa yang ia inginkan.
Kekuatan ini hanya bisa dimiliki
dengan cara terus meyakini fakta mendasar di balik apa-apa yang tampak di
permukaan. Fakta itu ialah bahwa hanya ada satu bahan asal (Al-Awwal ) darinya dan olehnya segala sesuatu diciptakan.
Kita harus meyakini kebenaran bahwa
setiap pemikiran yang ada di dalam bahan asal (Al-Awwal ) ini akan menjadi sebuah bentuk, dan manusia bisa
menyampaikan pemikiran kepadanya agar lahir sebuah bentuk dan kemudian menjadi
benda yang nyata.
Saat kita sudah memahami ini, akan
hilang keraguan dan ketakutan kita, karena kita tahu bahwa kita bisa mencipta
apa yang kita inginkan. Kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan kita
bisa menjadi apa yang kita inginkan. Sebagai langkah awal untuk menjadi kaya,
anda harus meyakini tiga pernyataan dasar yang sudah saya sampaikan. Untuk
menguatkannya, saya akan mengulangi di bawah ini:
Ada bahan asal (Al-Awwal ) yang bisa berpikir, yang darinya segala sesuatu
diciptakan. Dalam keadaan aslinya, ia menembus, mengisi, dan memenuhi
ruang-ruang di semesta ini.
Sebuah pemikiran di dalam bahan asal
(Al-Awwal ) akan menghasilkan sesuatu yang digambarkan oleh pemikiran
tersebut.
Manusia bisa menciptakan bentuk apa
saja dalam pemikirannya dan, dengan menyampaikan pemikiran tersebut ke bahan
asal (Al-Awwal ), bisa menyebabkan terciptanya sesuatu yang ia pikirkan
itu.
Baca ketiga prinsip di atas
berulang-ulang. Tanamkan setiap kata dalam ingatan anda. Fokuskan pikiran anda
pada prinsip-prinsip tersebut hingga anda percaya. Jika anda ragu, singkirkan
keraguan itu. Jangan dengarkan argumen yang berlawanan dengan prinsip-prinsip
ini.
Jangan pergi ke ceramah-ceramah yang
mengajarkan konsep lain yang bertentangan dari ini. Jangan baca buku atau
majalah yang mengajarkan ide lain. Jika anda mencampur-adukkan kepercayaan
anda, semua usaha anda akan sia-sia. Jadi, yakini sepenuhnya prinsip-prinsip di
atas. Ilmu menjadi kaya berawal dari penerimaan total atas prinsip-prinsip ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar